BioJanna

BioJANNA adalah suplemen kesehatan yang lengkap, mengandung PROBIOTIK dan PREBIOTIK serta LACTOBACILLUS. Dibuat dari bahan dasar air kelapa yang sudah melegenda orang tua tempo dulu sebagai penawar racun, dan peningkat stamina plus susu sebagai sumber probiotik, ditambah formula herbal lainnya yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dengan meminum BioJANNA secara teratur keseimbangan bakteri dalam tubuh akan menjadi normal. Secara bertahp berbagai macam limbah dan racun tubuh akan dibersihkan dibuang melalui BAB, urine dan keringat, sehingga tubuh kembali segar dan sehat.

Suncream Sumbawa Oil

Apa sih Suncream Sumbawa Oil itu ? Suncream adalah obat gosok multi khasiat yang memiliki kelebihan : 1. Panas meresap hingga ke tulang, bekerja memperbaiki jaringan syaraf/ otot 2. Panas lebih lama dari pada obat gosok yang beredar di pasaran...

Madu Komposisi Lengkap Untuk Anak

Syamil Dates Honey Dapatkan Madu Lengkap Si Buah Hati Syamil Untuk Para Ibu-ibu yang memiliki anak, kini Kini telah hadir suplemen anak terlengkap dengan bahan Madu plus yaitu Syamil Dates Honey ;

Safe Care Aroma Theraphy

Safe Care Minyak Angin Aroma Therapy Safe Care adalah minyak angin berbotol unik , anti tumpah dan beraroma terapi, baik digunakan saat bepergian, dirumah dan saat dibutuhkan seperti sewaktu digigit serangga, pegal pegal, pusing dan sakit kepala, mual dan mau muntah saat diperjalanan. Selain itu juga dengan kemasan botol berisi 10 ml, dikemas dalam kemasan unik dan anti tumpah karena bertutup roll on, mudah penggunaannya da tidak membasahi tangan, cukup dioleskan pada bagian roll on nya saja.

Lamandel Herbal Antinya Amandel Pada Anak

Apakah Lamandel itu ? Lamandel adalah ramuan herbal yang bermanfaat membantu menyembuhkan radang amandel. Lamandel juga bermanfaat untuk ..baca selanjutnya >>

Untuk mendapatkan informasi Agen di kota Anda, silahkan SMS ke 081313534388
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ibu Dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ibu Dan Anak. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2012

Antisipasi Pendarahan Saat Persalinan dan Nifas


Jahe Merah Karomah.Com:Antisipasi Pendarahan Saat Persalinan dan Nifas

Ringkasan :
Untuk mengantisipasi perdarahan pada persalinan dan masa nifas dengan baik maka perlu diketahui juga secara lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor dari perdarahan tersebut dan pada akhirnya informasi tersebut dapat berguna untuk mengurangi angka kematian ibu.

Dalam rangka upaya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, pemerintah antara lain mentargetkan penurunan angka kematian ibu. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian ibu karena perdarahan persalinan dan pasca persalinan masih cukup tinggi.

Pada SKRT tahun 1995 yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan pada ibu hamil, masih menunjukkan adanya perdarahan persalinan sebesar 11.1% dan perdarahan pada masa nifas sebesar 2.6%. Untuk mengantisipasi perdarahan pada persalinan dan masa nifas dengan baik maka perlu diketahui juga secara lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor dari perdarahan tersebut dan pada akhirnya informasi tersebut dapat berguna untuk mengurangi angka kematian ibu.

HASIL ANALISIS :

Data SKRT 1995 yang dapat dianalisis khususnya bagi ibu hamil yang mengalami perdarahan persalinan dan masa nifas sebanyak 1.209 sampel. Dari data tersebut terdapat 187 ibu (10.8%) mengalami perdarahan pada saat persalinan atau pada masa nifas.

Presentase ibu-ibu yang mengalami perdarahan lebih banyak ditemukan di pedesaan (19.30%) dari ibu-ibu di perkotaan (14.61%). Menurut tipe kota tempat tinggal mereka didapatkan bahwa 7.37% bertempat tinggal di kota besar, 7.69% bertempat tinggal di kota sedang, 9.35% bertempat tinggal di kota kecil dan 24.25% bertempat tinggal di dusun.

Ibu hamil yang mengalami hipertensi (tekanan darah > 140/90 mmgh) terlihat cenderung tidak mengalami perdarahan. Ibu hamil yang mempunyai keluhan mengalami malaria cenderung mengalami perdarahan persalinan dan masa nifas lebih tinggi dibandingkan yang tidak mengalami malaria.

Pada ibu yang mengalami perdarahan persalinan dan masa nifas, proporsi ibu yang mengalami pre-eklamsi/eklamsi lebih besar daripada yang tidak mengalami. Ibu-ibu yang mengalami pre-eklamsi/eklamsi mempunyai risiko 2,71 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan persalinan dan masa nifas.

Pada kelompok ibu yang mengalami perdarahan pada waktu kehamilan, mempunyai risiko 2.59 kali untuk mengalami kembali dibandingkan ibu yang sebelumnya tidak pernah perdarahan. Berdarakan hasil analisis menunjukkan bahwa kadar-Hb yang berisiko terhadap kejadian perdarahan persalinan dan masa nifas adalah kadar HbPerawatan semasa Kehamilan  Idealnya, sebelum menjadi hamil, seorang wanita harus berkonsultasi dengan dokter untuk dicari kemungkinan adanya penyakit dan membicarakan bahaya tembakau, alkohol dan zat lainnya bila digunakan selama kehamilan. Hal-hal seperti diet dan masalah sosial atau medis juga dapat dibicarakan bersamaan.

Dengan memeriksakan pada kehamilan minggu ke-6 dan minggu ke-8 (ketika periode menstruasi terlambat 2 sampai 4 minggu) penting, sehingga umur kehamilan dapat diperkirakan dan tanggal persalinan dapat diprediksi seakurat mungkin. Pemeriksaan fisik pertama selama kehamilan hampir selalu sangat menyeluruh. Berat badan, tinggi badan dan tekanan darah diukur. Leher, kelenjar thyroid, payudara, perut, tangan dan kaki diperiksa; jantung dan paru diperiksa dengan stetoskop; dan belakang mata diperiksa dengan  phtalmoskop.

Dokter juga melakukan pemeriksaan pelvis dan rectum, mencatat ukuran dan posisi rahim dan abnormalitas lainnya dari pelvis, seperti kelainan bentuk yang disebabkan oelh patah tulang. Menentukan dimensi tulang pelvis membantu dokter mengantisipasi seberapa mudah bayinya akan melaluinya saat proses persalinan.

Contoh darah diambil untuk dihitung jumlah sel darahnya dengan lengkap; untuk pemeriksaan laboratorium seperti syphilis, hepatitis, gonorhea, infeksi clamydia dan penyakit menular seksual lainnya; dan golongan darah dan pemeriksaan terhadap antibodi Rh. Pemeriksaan untuk human immunodeficiency virus (HIV) disarankan.

Contoh darah juga diperiksa untuk bukti adanya pemaparan terdahulu dari campak Jerman (rubella). Juga yang rutin adalah pemeriksaan dari sampel air kemih dan pemeriksaan Papsmear untuk memeriksa kemungkinan kanker leher rahim. Wanita keturunan berkulit hitam dan wanita keturunan  dari Mediterania diperiksa untuk mencari penyakit sickle cell. Bila seorang wanita memiliki resiko tinggi untuk tidak dapat mengandung karena kelainan genetis, maka pemeriksaan genetis dilakukan.

Pemeriksan kulit terhadap tuberkulosis disarankan untuk wanita Asia, Amerika Latin, dan dari banyak lingkungan kota, dimana resiko menderita penyakit ini meningkat dari yang normal. Pemeriksaan sinar X dada hanya dilakukan bila pada wanita tersebut diketahui mengidap kelainan paru dan jantung; bila tidak, sinar x harus dihindari, khususnya selama 12 minggu pertama kehamilan, karena janin sangat sensitif terhadap efek buruk radiasi. Bila sinar X dibutuhkan, janin harus dilindungi dengan melapisinya dengan kain yang dilapisi oleh timah hitam di atas perut bagian bawah sehingga rahimnya tertutupi.

Wanita yang pernah melahirkan bayi besar atau keguguran yang tidak dimengerti, yang mengandung gula pada air kemihnya, atau yang memiliki keluarga dekat yang mengidap diabetes harus diperiksa diabetesnya segera setelah 12 minggu kehamilan. Pada minggu ke-28, semua wanita harus diperiksa terhadap diabetesnya..

Antara minggu ke-16 dan minggu ke-18, kadar alfa- fetoprotein, protein yang dihasilkan oleh janin, mungkin diukur pada darah wanita hamil. Bila kadarnya tinggi, wanita tersebut mungkin mengandung janin yang mengidap spina bifida atau mengandung janin kembar. Kadar yang tinggi juga mengindikasikan bahwa penafsiran tanggal kelahiran salah hitung. Bila kadarnya rendqah, janin dapat mempunyai kromosom abnormal.

Scan ultrasonik adalah tehnik pencitraan yang paling aman. Tanda kehamilan dapat terlihat segera setelah minggu ke-4 atau ke-5 setelah ovulasi, dan pertumbuhan janin dapat diikuti sampai janin tersebut lahir. Scan ultrasonik menghasilkan pencitraan bermutu tinggi, termasuk gambaran kehidupan yang memperlihatkan pergerakan janin.

Pencitraan ini memberikan informasi yang membantu dokter dan dapat meyakinkan ibunya. Banyak dokter yakin bahwa paling tidak satu pemeriksaan ultrasonik harus dilakukan selama kehamilan untuk memastikan kehamilannya berkembang normal dan untuk memperkirakan tanggal perkiraan kelahiran.

Sebelum scan ultrasonik perut dilakukan, khususnya pada awal kehamilan, seorang wanita harus meminum banyak air, karena kandund kemih yang penuh akan mendorong rahim keluar dari pelvis sehingga pencitraan yang lebih bersih dapat dilihat. Ketika pemeriksaan vagina dilakukan, kandung kemih tidak harus penuh, dan dokter dapat mendeteksi kehamilan bahkan lebih awal daripada pemeriksaan perut.

Bila seorang wanita dan dokternya tidak dapat menetapkan tanggal konsepsi, scan ultrasonik adalah cara yang paling akurat untuk menentukan nya. Penanggalan ini paling akurat bila dilakukan selama kehamilan minggu ke-12 dan dilakukan lagi pada minggu ke-18 dan minggu ke-20. Scan ultrasonik dapat menentukan apakah janin bertumbuh pada rata-rata yang normal. Alat ini juga digunakan untuk merekam detak jantung janin atau pergerakan napasnya, untuk melihat apakah wanita ini mengandung janin yang kembar dan untuk mengidentifikasi beragam kelainan, seperti kelainan letak plasaenta )plasenta previa) atau letak abnormal dari janin. Scan ultrasonik membantu menuntun jarum selama pengambilan sampel cairan amnion (amniosentesis) untuk penelitiwan genetis atau kematangan paru dan selama transfusi darah janin.

Menjelang akhir kehamilan, dokter menggunakan scan ultrasonik untuk mengidentifikasi kehamilan prematur atau ketuban pecah dini, ketika selaput yang berisi air yang berisi janin pecah sebelum kelahiran dimulai. Scan ultrasonik dapat memberikan informasi ayng membantu dokter memutuskan apakah harus melakukan operasi sesaria.

Setelah pemeriksaan pertama, seorang wanita hamil harus berkonsultasi dengan dokternya setiap 4 minggu sampai kehamilan minggu ke-32, kemudian setiap 2 minggu sampai kehamilan minggu ke-36, kemudian seminggu sekali sampai kelahiran. Pada setiap kehamilan, berat badan ibu hamil dan tekanan darahnya dicatat dan ukuran serta bentuk rahim diukur dan ditentukan apakah janin tumbuh dan berkembang secara normal. Sampel air kemih yang sedikit diperiksa terhadap gula dan protein. Gula dalam air kemih dapat menunjukan adanya diabetes, dan protein dapat menunjukan adanya pre-eklamsi (peningkatan tekanan darah, protein pada air kemih dan pengumpulan cairan selama kehamilan). Kaki diperiksa untuk mencari adanya pembengkakan.

Bila ibu ini memiliki golongan darah Rh (-), dia dites terhadap antibodi. Bila ibunya memiliki golongan darah Rh (-) dan suaminya memilik golongan darah Rh(+), maka janinnya dapat memiliki Rh(+). Bila darah janin yang bergolongan Rh (+) memasuki peredaran darah ibunya kapan saja selama kehamilan, sang ibu akan membuat antibodi Rh yang dapat masuk ke peredaran darah janin dan menghancurkan sel darah merah, menjadikan janin tersebut sakit kuning, mungkin kerusakan otak atau kematian dari janin.

Wanita dengan berat badan rata-rata harus mencapai berat total sekitar 25 sampai 30 pon selama kehamilan -sekitar2 atau 3 pon setiap bulannya. Penambahan berat yang lebih dari 30 sampai 35 pon, akan memberikan lemak tubuh pada janin dan ibunya. Karena pengontrolan penaikan berat badan lebih sulit pada kehamilan, seorang wanita harus mencoba menghindari sebagian besar peningkatan badannya selama bulan-bulan pertama.

Meskipun demikian, tidak meningkat berat badannya adalah tanda yang tidak baik, khusunya bila total kenaikan berat badannya kurang dari 10 pon, dan dapat menunjukan bahwa janinnya tidak bertumbuh cukup cepat -keadaan ini disebut retardasi pertumbuhan janin. Kadang kala, peningkatan berat badan disebabkan oleh retensi cairan yang disebabkan oleh peredaran darah yang buruk pada kaki bila wanita ini berdiri. Biasanya, wanita ini dapat menguranginya dengan berbaring pada satu sisi -lebih enak pada sisi kiri – selama 30 sampai 45 menit dua atau tiga kali sehari. Selama kehamilan, kebanyakan wanita harus menambahkan sekitar 250 kalori ke menu hariannya untuk menyediakan pemasokan gizi untuk janinnya yang sedang berkembang. Meskipun protein harus memasok sebagian besar dari kalori tersebut, diet harus tetap seimbang, termasuk buah-buahan segar, gandum dan sayuran.

Sereal tinggi serat dan bebas gula paling baik. Garam , lebih disukai yang beryodium, dapat digunakan sesuai ukurannya (sedang-sedang), namun makanan yang banyak mengandung garam atau yang mengandung bahan pengawet harus dihindari.

Diet untuk menurunkan berat badan selama kehamilan tidak disarankan, bahkan untuk wanita yang obese, karena peningkatan berat badan diperlukan untuk pertumbuhan janin yang penting dan dengan diet dapat menurunkan pasokan zat gizi ke janin. Meskipun janin memilikizat gizi pilihan pertama, sang ibu harus meyakinkan diri bahwa pilihannya termasuk yang terbaik. Obat-obatan umumnya disarankan. Wanita hamil tidak harus meminum obat-obatan, termasuk obat- obatan yang tidak diresepkan (Over the counter), seperti aspirin tanpa memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu, khususnya selama 3 bulan pertama. Kebutuhan zat besi meningkat banyak selama kehamilan untuk memnuhi kebutuhan janin dan ibunya. Biasanya zat besi tambahan diperlukan – khususnya oleh wanita yang kekurangan darah- karena rata-rata wanita tidak menyerap cukup besi dari makanan untuk memenuhi kebutuhan kehamilan, bahkan ketika dikombinasikan dengan besi yang sudah disimpan dalam tubuh wanita tersebut.

Penambahan zat besi dapat menyebabkan rasa tidak enak pada lambung dan sembelit. Kebutuhan akan besi menjadi meningkat selama pertengahan kedua dari kehamilan. Bila dietnya adekuat, vitamin dan zat tambahan lainnya tidak dibutuhkan, meskipun kebanyakan dokter merekomendasikan vitamin prenatal harian yang mengandung zat besi dan asam folat. Mual dan muntah dapat dihilangkan dengan perubahan diet, seperti makan dan minum yang sering, makan sebelum menjadi lapar, dan makan makanan lunak (misalnya kari, kaldu, nasi dan pasta) lebih baik daripada makanan yang pedas. Memakan kraker bersoda dan menghisap minuman berkarbonasi sering menyembuhkan rasa mual. Menyimpan kraker di samping tempat tidur dan memakannya satu atau dua buah sebelum beranjak dari tempat tidur adalah jalan keluar yang baik untuk mengatasi morning sickness/sakit pada pagi.
Tidak ada obat yang dibutuhkan untuk morning sickness yang sudah disetujui oleh Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan (Food and Drug Administration). Bila mual dan muntah makin berat dan menetap sehingga membuat wanita ini kekurangan cairan, turun berat badannya atau menderita masalah lain, maka dia harus dirawat di rumah sakit sementara dan diberikan cairan melalui infus.

Pembengkakan (Oedema) umum terjadi, khususnya pada kaki. Vena varicosa pada kaki dan daerah sekitar permukaan vagina (vulva) juga umum dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Pakaian di sekitar pinggang dan kaki harus dikendorkan. Penggunaan korset yang elastis dan beristirahat yang cukup dengan kaki diangkat, lebih disukai berbaring pada sisi kiri, biasanya menurunkan pembengkakan kaki.

Wasir, masalah yang umum terjadi dapat diobati dengan melunakan kotorannya, jel anestesi atau merendam di air hangat bila sedang sakit. Nyeri pinggang dalam derajat yang bermacam- macam umum terjadi. Dengan menghilangkan penarikan yang kuat pada punggung dan dengan memakai korset kehamilan yang ringan dapat membantu. Nyeri pada tulang pelvis sepanjang perut bawah (symphysis pubis) terjadi kadang kala.

Rasa panas di perut, biasanya disebabkan oleh masuknya isi lambung ke dalam tenggorokan, dapat disembuhkan dengan memakan makanan ringan, menghindari baik membungkuk maupun berbaring telentang setelah makan, dan memakan antasida (kecuali sodium biocarbonat). Rasa lelah umum terjadi, khususnya pada 12 minggu pertama kehamilan dan pada akhir dari kehamilan. Wanita hamil sering mengalami keluar cairan dari vagina yang meningkat, yang biasanya normal. Trichomoniasis (infeksi protozoa) dan candidiadis (infeksi jamur) umum terjadi pada infeksi vagina selama kehamilan dan dapat dengan mudah diobati.

Vaginosis bakterialis, infeksi bakteri, dapat menyebabkan kelahiran prematur dan harus diobati dengan segera. Pica, mengidam makanan yang aneh-aneh atau yang bukan makanan, seperti kanji atau tajin atau tanah liat, dapat terjadi. Ini dapat menunjukan adanya kebutuhan zat gizi dari alam bawah sadarnya. Terkadang, kelaparan berat dapat menyebabkan distress. Sering kali, wanita hamil memikirkan kecukupan aktivitasnya; bagaimanapun, kebanyakan wanita dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari mereka dan olahraga selama kehamilan. Berenang dan olahraga peregangan yang ringan lainnya baik dilakukan.

Wanita hamil dapat terlibat dalam aktivitas yang bertenaga seperti  mengendarai kuda, bila mereka berhati-hati. Keinginan seksual dapat meningkat atau menurun selama kehamilan. Berhubungan seks diperbolehkan selama kehamilan namun dihindarai sepenuhnya bila wanita hamil ini mengalami perdarahan dari vagina, nyeri atau kebocoran cairan amnion dan khususnya bila dia mengalami kontraksi rahim. Beberapa wanita hamil meninggal setelah udara dihembuskan ke dalam vagina selama oral seks.

Semua wanita hamil harus tahu tanda-tanda permulaan persalinan. Tanda yang penting adalah kontraksi perut bawah dengan jarak waktu yang teratur dan nyeri punggung. Wanita yang pernah melahirkan dengan cepat pada kehamilan sebelumnya harus mengingatkan dokternya segera setelah dia merasakan akan  melahirkan. Menjelang akhir kehamilan (setelah 36 minggu), dokter akan melakukan pemeriksaan pelvis untuk mencoba memperkirakan kapan proses kelahiran akan dimulai.

Sumber: Klinik.Net

Rabu, 22 Juni 2011

Panduan Kehamilan Menghindari Melahirkan Bayi Cacat

Dalam upaya menghindari bayi terlahir cacat maka setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil. Dan ini akan menentukan kesehatan atau cacat bayi sejak bulan pertama hingga akhir kehamilan.

Selasa, 24 Mei 2011

Ayo Beri Bayi Anda Asi Eklusif Selama 6 Bulan

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini.

WHO, Uniceff dan juga Department Kesehatan RI melalui SK Menkes tahun 2004. Telah menetapkan rekomendasi pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan. Mari dukung dan publikasikan program ASI Ekslusif 6 bulan.

WHO dan UNICEF merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk memulai dan mencapai ASI eksklusif :

* Menyusui dalam satu jam setelah kelahiran
* Menyusui secara ekslusif: hanya ASI. Artinya, tidak ditambah makanan atau minuman lain, bahkan air putih sekalipun.
* Menyusui kapanpun bayi meminta (on-demand), sesering yang bayi mau, siang dan malam.
* Tidak menggunakan botol susu maupun empeng.
* Mengeluarkan ASI dengan memompa atau memerah dengan tangan, disaat tidak bersama anak.
* Mengendalikan emosi dan pikiran agar tenang.

Menyusui adalah suatu proses yang terjadi secara alami. Jadi, jarang sekali ada ibu yang gagal atau tidak mampu menyusui bayinya. Meskipun demikian, menyusui juga perlu dipelajari, terutama oleh ibu yang baru pertama kali memiliki anak agar tahu cara menyusui yang benar. Kendati prosesnya alami, kemampuan ibu memberi ASI tidak datang tiba-tiba. Ada serangkaian proses yang turut memberi andil dalam kelancaran pemberian ASI, mulai dari persiapan fisik sampai batin calon ibu. Makin dini bayi disusui, maka kian cepat dan lancar proses menyusui si kecil. ASI eksklusif enam bulan tetap perlu dijalankan oleh ibu yang menyusui.

Kualitas dan kuantitas produksi ASI juga perlu dijaga agar perkembangan fisik dan mental bayi bisa optimal. Caranya antara lain dengan mengonsumsi makanan bergizi, terutama sayuran, minum cairan, cukup beristirahat dan sering menyusui, serta memijat payudara. Jika jarang disusukan, produksi ASI dikhawatirkan akan menurun.

Mengapa ASI Ekslusif Harus 6 Bulan? Penundaan pemberian makanan padat sampai bayi berusia 6 bulan berlaku bagi bagi yang mendapatkan ASI, ASI eksklusif dan juga susu formula :
1. ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi hingga ia berusia enam bulan.

adalah makan bernutrisi dan berenergi tinggi, yang mudah untuk dicerna. ASI memiliki kandungan yang dapat membantu menyerapan nutrisi. Pada bulan-bulan awal, saat bayi dalam kondisi yang paling rentan, ASI eksklusif membantu melindunginya bayi dari diare, sudden infant death syndrome/SIDS – sindrom kematian tiba-tiba pada bayi, infeksi telinga dan penyakit infeksi lain yang biasa terjadi. Riset medis mengatakan bahwa ASI eksklusif membuat bayi berkembang dengan baik pada 6 bulan pertama bahkan pada usia lebih dari 6 bulan. Organisasi Kesehatan Dunia – WHO mengatakan: “ASI adalah suatu cara yang tidak tertandingi oleh apapun dalam menyediakan makanan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan seorang bayi… Evaluasi pada bukti-bukti yang telah ada menunjukkan bahwa pada tingkat populasi dasar, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan adalah cara yang paling optimal dalam pemberian makan kepada bayi. ” Setelah 6 bulan, biasanya bayi membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada yang tersedia didalam ASI – pada titik inilah, nutrisi tambahan bisa diperoleh dari sedikit porsi makanan padat. Bayi-bayi tertentu bisa minum ASI hingga usia 12 bulan atau lebih – selama bayi anda terus menambah berat dan tumbuh sebagaimana mestinya, berarti ASI anda bisa memenuhi kebutuhannya dengan baik.
2. Menunda pemberian makanan padat memberikan perlindungan yang lebih baik pada bayi terhadap berbagai penyakit

Meskipun bayi terus menerima imunitas melalui ASI selama mereka terus disusui, kekebalan paling besar diterima bayi saat dia diberikan ASI eksklusif. ASI memiliki kandungan 50+ faktor imunitas yang sudah dikenal, dan mungkin lebih banyak lagi yang masih tidak diketahui. Satu studi memperlihatkan bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 4 bulan+ mengalami infeksi telinga 40% lebih sedikit daripada bayi yang diberi ASI ditambah makanan tambahan lain. Probabilitas terjadinya penyakit pernapasan selama masa kanak-kanak secara signifikan berkurang bila bayi diberikan ASI eksklusif setidaknya selama 15 minggu dan makanan pada tidak diberikan selama periode ini. (Wilson, 1998). Lebih banyak lagi studi yang juga mengaitkan tingkat eksklusivitas ASI dengan meningkatnya kesehatan (lihat faktor imunitas pada susu manusia dan Resiko pemberian makanan instan).
3. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada sistem penernaan bayi untuk berkembang menjadi lebih matang

Biasanya bayi siap untuk makan makanan padat, baik secara pertumbuhan maupun secara psikologis, pada usia 6 – 9 bulan. Bila makanan padat sudah mulai diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, maka makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan dapat menyebabkan reaksi yang tidak menyenangkan (gangguan pencernaan, timbulnya gas, konstipasi dll). Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. Asam lambung dan pepsin dibuang pada saat kelahiran dan baru dalam 3 sampai 4 bulan terakhir jumlahnya meningkat mendekati jumlah untuk orang dewasa. Amilase, enzim yang diproduksi oleh pankreas belum mencapai jumlah yang cukup untuk mencernakan makanan kasar sampai usia sekitar 6 bulan. Dan enzim pencerna karbohidrat seperti maltase, isomaltase dan sukrase belum mencapai level oranga dewasa sebelum 7 bulan. Bayi juga memiliki jumlah lipase dan bile salts dalam jumlah yang sedikit, sehingga pencernaan lemak belum mencapai level orang dewasa sebelum usia 6-9 bulan.
4. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada bayi agar sistem yang dibutuhkan untuk mencerna makanan padat dapat berkembang dengan baik

Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat termasuk ::

1. Bayi dapat duduk dengan baik tanpa dibantu.
2. Reflek lidah bayi sudah hilang dan tidak secara otomatis mendorong makanan padat keluar dari mulutnya dengan lidah.
3. Bayi sudah siap dan mau mengunyah.
4. Bayi sudah bisa “menjumput”, dimana dia bisa memegang makanan atau benda lainnya dengan jempol dan telunjuknya. Menggunakan jari dan menggosokkan makanan ke telapak tangan tidak bisa menggantikan gerakan “menjumput”.
5. Bayi kelihatan bersemangat untuk ikut serta pada saat makan dan mungkin akan mencoba untuk meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.

Sering kali kita mengatakan bahwa salah satu tanda bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat adalah bila bayi terus menerus ingin menyusu (kelihatan tidak puas setelah diberikan ASI/susu)-walaupun dia tidak sedang dalam keadaan sakit, akan tumbuh gigi , mengalami perubahan rutinitas atau mengalami pertumbuhan yang tiba-tiba. Meskipun demikian, sulit untuk menentukan apakah peningkatan kebutuhan untuk menyusui itu berhubungan dengan kesiapan bayi untuk menerima makanan padat. Banyak (bahkan sebagian besar) bayi usia 6 bulan yang mengalami pertumbuhan yang tiba-tiba, tumbuh gigi dan mengalami berbagai perkembangan – dalam satu waktu, yang pada akhirnya bisa menyebabkan meningkatnya kebutuhan untuk menyusui. Yakinkan bahwa anda melihat semua tanda-tanda kesiapan untuk menerima makanan padat sebagai suatu kesatuan, karena bila bayi hanya menunjukkan meningkatnya kebutuhan untuk menyusui, itu bukanlah tanda kesiapannya untuk menerima makanan padat.
5. Menunda pemberian makanan padat mengurangi resiko alergi makanan

Berbagai catatan menunjukkan bahwa memperpanjang pemberian ASI eksklusif mengakibatkan rendahnya angka insiden terjadinya alergi makanan (lihat Referensi alergi dan Resiko Pemberian Makanan Instan). Sejak lahir sampai usia antara empat sampai enam bulan, bayi memiliki apa yang biasa disebut sebagai “usus yang terbuka”. Ini berarti bahwa jarak yang ada di antara sel-sel pada usus kecil akan membuat makromolekul yang utuh, termasuk protein dan bakteri patogen, dapat masuk ke dalam aliran darah. Hal ini menguntungkan bagi bayi yang mendapatkan ASI karena zat antibodi yang terdapat di dalam ASI dapat masuk langsung melalui aliran darah bayi, tetapi hal ini juga berarti bahwa protein-protein lain dari makanan selain ASI (yang mungkin dapat menyebabkan bayi menderita alergi) dan bakteri patogen yang bisa menyebabkan berbagai penyakit bisa masuk juga. Dalam 4-6 bulan pertama usia bayi, saat usus masih “terbuka”, antibodi (slgA) dari ASI melapisi organ pencernaan bayi dan menyediakan kekebalan pasif, mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus terjadi. Bayi mulai memproduksi antibodi sendiri pada usia sekitar 6 bulan, dan penutupan usus biasanya terjadi pada saat yang sama.
6. Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari anemia karena kekurangan zat besi

Pengenalan suplemen zat besi dan makanan yang mengandung zat besi, terutama pada usia enam bulan pertama, mengurangi efisiensi penyerapan zat besi pada bayi. Bayi yang sehat dan lahir cukup bulan yang diberi ASI eksklusif selama 6-9 bulan menunjukkan kecukupan kandungan hemoglobin dan zat besi yang normal. Dalam suatu studi (Pisacane, 1995), para peneliti menyimpulkan bahwa bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 7 bulan (dan tidak diberikan suplemen zat besi atau sereal yang mengandung zat besi) menunjukkan level hemoglobin yang secara signifikan lebih tinggi dalam waktu satu tahun dibandingkan bayi yang mendapat ASI tapi menerima makanan padat pada usia kurang dari tujuh bulan. Para peneliti tidak berhasil menemukan adanya kasus anemia di tahun pertama pada bayi yang diberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan dan akhirnya menyimpulkan bahwa memberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan mengurangi resiko terjadinya anemia.
7. Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari resiko terjadinya obesitas di masa datang

Pemberian makanan padat terlalu dini sering dihubungkan dengan meningkatnya kandungan lemak dan berat badan pada anak-anak. (Untuk contoh, lihat Wilson 1998, von Kries 1999, Kalies 2005)
8. Menunda pemberian makanan padat membantu para ibu untuk mejaga kesediaan ASI mereka

Berbagai studi menunjukkan bahwa pada bayi makanan padat akan menggantikan prosi susu dalam menunya – makanan tersebut tidak menambah total asupan pada bayi. Makin banyak makanan padat yang dimakan oleh bayi, maka makin sedikit susu yang dia serap dari ibunya, dan makin sedikit susu yang diserap dari ibu berarti produksi ASI juga makin sedikit. Bayi yang makan banyak makanan padat atau makan makanan padat pada umur yang lebih muda cenderung lebih cepat disapih.
9. Menunda makanan padat membantu memberi jarak pada kelahirn bayi

Pemberian ASI biasanya sangat efektif dalam mencegah kehamilan terutama bila bayi anda mendapatkan ASI eksklusif dan semua kebutuhan nutrisinya dapat dipenuhi melalui ASI..
10. Menunda pemberian makanan padat membuat pemberiannya menjadi lebih mudah

Bayi yang mulai makan makanan padat pada usia yang lebih besar dapat makan sendiri dan lebih kecil kecendurangan untuk mengalami alergi terhadap makanan.

Tidak ada jadwal khusus yang bisa diterapkan untuk pemberian ASI pada bayi. Jadi, ibu harus siap setiap saat bayi membutuhkan ASI. Akibatnya, jika ibu diharuskan kembali bekerja penuh di luar rumah sebelum bayi berusia enam bulan, pemberian ASI eksklusif ini tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Maka, Akida M Widad, Staf Pengajar Jurusan Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam artikelnya menuturkan, sejumlah negara memberikan kelonggaran kepada ibu hamil dan melahirkan. Di Inggris ibu yang hamil dan melahirkan bisa mendapatkan cuti 40 minggu. Di Denmark, ibu mendapat cuti empat atau delapan minggu sebelum melahirkan dan 14 minggu sesudah melahirkan ditambah 10 minggu cuti untuk merawat bayi.

Berikut adalah manfaat ASI Ekslusif enam bulan daripada hanya empat bulan.

Untuk Bayi

* Melindungi dari infeksi gastrointestinal.
* Bayi yang ASI ekslusif selama enam bulan tingkat pertumbuhannya sama dengan yang ASI eksklusif hanya empat bulan.
* ASI eksklusif enam bulan ternyata tidak menyebabkan kekurangan zat besi.

Untuk Ibu

* Menambah panjang kembalinya kesuburan pasca melahirkan, sehingga
o Memberi jarak antar anak yang lebih panjang alias menunda kehamilan berikutnya
o Karena kembalinya menstruasi tertunda, ibu menyusui tidak membutuhkan zat besi sebanyak ketika mengalami menstruasi
* Ibu lebih cepat langsing. Penelitian membuktikan bahwa ibu menyusui enam bulan lebih langsing setengah kg dibanding ibu yang menyusui empat bulan.
* lebih ekonomis

Apabila karena beberapa hal ASI tidak dapat diberikan, gantikan dengan susu formula secara eksklusif hingga enam bulan. Kemudian lanjutkan bersama dengan MPASI sampai dengan umur setahun. Setelah setahun susu formula tidak perlu, dan bisa diganti dengan susu sapi.

Apabila masih ingin mencoba menyusui dengan ASI, bacalah lebih lanjut mengenai relaktasi dan coba hubungi konsultasi ASI terdekat.

Aturan agar menunda memberikan MPASI pada anak < 6 bulan bukan hanya berlaku utk bayi yg mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yg tidak mendapatkan ASI (susu formula atau mixed).
Mengapa Jangan Memberikan Makanan Sebelum Enam Bulan ?

* Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl.
* Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan. Saat bayi berumur < 6 bl, sel2 di sekitar usus belum siap utk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.
* Menunda pemberian MPASI hingga 6 bl melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari2 makanan yg belum sempurna.Pada beberapa kasus yg ekstrem ada juga yg perlu tindakan bedah akibat pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bl.==Mengapa Jangan Memberikan Makanan Sebelum Enam Bulan==Tidak ada untungnya memberikan makanan pengganti ASI sebelum enam bulan – selain kelebihan berat badan yang tidak perlu. Malahan, bisa jadi MPASI tersebut memicu alergi pada bayi, gangguan pencernaan, atau obesitas.

Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?

* Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bl belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dg membuka pintu gerbang masuknay berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bl, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.

Tidak ada untungnya memberikan makanan pengganti ASI sebelum enam bulan – selain kelebihan berat badan yang tidak perlu. Malahan, bisa jadi MPASI tersebut memicu alergi pada bayi, gangguan pencernaan, atau obesitas.

Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?

* Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bl belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dg membuka pintu gerbang masuknay berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bl, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.
* Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl.
* Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan. Saat bayi berumur < 6 bl, sel2 di sekitar usus belum siap utk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.
* Menunda pemberian MPASI hingga 6 bl melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari2 makanan yg belum sempurna.Pada beberapa kasus yg ekstrem ada juga yg perlu tindakan bedah akibat pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bl.

Tips sukses memberikan ASI eksklusif

* Menyusui dalam satu jam setelah kelahiran
* Menyusui secara ekslusif, hanya memberi ASI. Artinya, tidak ditambah makanan atau minuman lain, bahkan air putih sekalipun.
* Menyusui kapanpun bayi meminta (on-demand), sesering yang bayi mau, siang dan malam. Pada payudara kanan dan kiri. Jangan dijadwalkan. Produksi ASI mengikuti hukum permintaan, semakin sering dihisap, maka semakin banyak ASI diproduksi.
* Pompa payudara sehabis menyusui. Payudara yang kosong akan semakin mempercepat produksi ASI.
* Mengeluarkan ASI dengan memompa atau memerah dengan tangan, disaat tidak bersama anak. Kalau bayi masih tampak kurang puas juga, pompa ASI dan masukkan ke botol untuk diberikan ke bayi. Tapi sebenarnya penggunaan dot tidak dianjurkan paling tidak sampai usia bayi 6 bulan sebab dapat mengganggu perkembangan sistem syaraf dan struktur tulang kepala.
* Jangan terlalu cepat memindahkan posisi menyusui dari payudara kiri ke kanan, dan sebaliknya. ASI yang keluar setelah 15 menit pertama justru banyak mengandung lemak yang dapat mengenyangkan bayi. Jangan lakukan posisi menyusui tiduran sampe ketiduran kalau ibu punya kebiasaan tidur, karena bayi bisa tertindih dan tidak bisa bernafas.
* Makan makanan yang bergizi dan minum cairan yang cukup banyak. Bisa air putih, jus buah, susu rendah lemak, kuah makanan. Makanannya usahakan banyak sayur hijau dan makanan laut. Daun katuk segar lebih cepat menghasilkan daripada suplemen seperti Pro ASI atau Lancar ASI. Jangan pikirkan diet dulu. Melangsingkan tubuh bisa dilakukan kapan saja sementara menyusui waktunya cuma sebentar sementara manfaat baiknya untuk bayi adalah untuk kecerdasan dan daya tahan tubuhnya. Minum madu juga sangat bermanfaat
* Mengendalikan emosi dan pikiran agar tenang. Ibu harus cukup istirahat dan jangan stres! Stres bikin ASI mendadak kering.
* Yang terpenting yaitu rasa percaya diri bahwa kita mampu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi kita yaitu ASI.